Bidang Kompetensi

Berita



FGD Komunitas Dirgantara Indonesia Menyambut N219
Penulis Berita : PPES, Triwid • Fotografer : PPES • 04 May 2017
Lahirnya N219 merupakan kebangkitan kedua dari teknologi Indonesia pasca N-250 di tahun 1995. Pada peringatan Hakteknas ke 22 tahun ini, direncanakan N219 akan melakukan terbang perdana. Ini akan menjadi tonggak sejarah kebangkitan kembali teknologi dirgantara Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin saat memberikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kesiapan Komunitas Dirgantara Indonesia (Industri, MRO, IAEC, INACOM, Regulator) dari Segi Teknis, Project Management dan Bisnis dalam Menyambut Program Strategis Nasional di Auditorium Balai Pertemuan Dirgantara Kantor Pusat LAPAN, Jakarta, Kamis (04/05).

KaLapan menjelaskan, terkait konektifitas transportasi N219 secara sinergi nasional sudah dimulai, target tahun ini sertifikasi, tahun depan produksi, dan terus meningkatkan kandungan komponen lokal hingga 60%. Ketika program N219 ini berhasil maka LAPAN membutuhkan dukungan Nasional untuk terus mengembangkan produk kedirgantaraan. Ada cita-cita dan komitmen kuat, sehingga dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) telah dicantumkan program N219, N245, dan N270.

Hal ini sesuai harapan Presiden Joko Widodo agar selanjutnya dikembangkan pesawat kelas menengah dengan payload 50 sampai 90 orang. Keinginan itu pernah disampaikannya saat meninjau proyek N219. “Dengan demikian maka perlahan tapi pasti cita-cita kemandirian bangsa terkait teknologi aeronautika bisa terwujud”, harap KaLapan.



Hadir dalam kesempatan ini Ditjen Penguatan Inovasi RistekDikti, Jumain Appe, dalam sambutannya mengatakan, N219 memiliki peran strategis mendukung konektifitas antar pulau agar terwujud perekonomian yang merata di Indonesia.

N219 sangat tepat, industri komponen nasional perlu dikembangkan untuk mendukung pembuatan N219. Berdirinya Indonesia Aeronautics Engineering Centre (IAEC) sangat penting dalam mendorong industri penerbangan secara penuh. Material yang dibuat oleh industri komponen dalam negeri harus dikembangkan untuk menyokong proyek penerbangan.

Sementara itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menerangkan, “Kita harus mampu membuat komponen dalam negeri. Meningkatkan konten lokal akan menjadikan kemandirian dalam penguasaan teknologi penerbangan pada khususnya.” LAPAN menginisiasi kegiatan ini karena kerja sama dengan IEAC sangat diperlukan untuk mendorong industri dalam negeri. Langkah ini untuk menjadikan bangsa ini mandiri dalam bidang teknologi penerbangan dan antariksa.

Diskusi sehari ini membahas rencana pengembangan varian N219 yang dikaji dari segi teknis, project management, dan bisnis.

“Cita-cita kami, komunitas dirgantara Indonesia ini bisa menjadi bagian dari sebuah proyek nasional. Tidak hanya LAPAN ataupun PTDI, tapi semua stakeholder dapat ikut terlibat didalamnya. Dengan demikian, produk dirgantara yang tercipta tersebut benar-benar mencerminkan produk nasional”, pungkas Kapustekbang, Gunawan S,Prabowo.



Others
FGD Komunitas Dirgantara Indonesia Menyambut N219
04 May 2017
Lahirnya N219 merupakan kebangkitan kedua dari teknologi Indonesia pasca N-250 di tahun 1995. Pada peringatan Hakteknas ke 22 tahun ini, direncanakan N219 akan melakukan terbang perdana. Ini akan menjadi…
LSU-02 LAPAN Torehkan Rekor Baru Dalam Misi Pemotretan Udara di DIY bersama BIG
05 Mar 2017
Misi pemotretan udara untuk batas wilayah desa di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan pesawat tanpa awak (LSU-02) yang berlangsung pada tanggal 1 - 5 Maret 2017…
Uji Drop Test dan Static Test Main Landing Gear N219 Buatan Anak Bangsa
10 Feb 2017
Engineer LAPAN & engineer PTDI berkolaborasi laksanakan Drop Test dan Static Test landing gear pesawat N219 di Laboratorium Aerostruktur Pustekbang LAPAN. Pengujian yang dilakukan selama 4 hari, pada tanggal…
Pustekbang LAPAN dan IAEC Sinergikan Peran Pelaku Perekayasa Penerbangan Nasional
31 Jan 2017
Dalam upaya mensinergikan dan meningkatkan peran pelaku penerbangan dalam pengembangan pesawat nasional, maka  Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN dan Indonesia Aeronautic Engineering (IAEC) menyelenggarakan Seminar Terbatas dengan tema “Peran Pelaku Penerbangan…
Satgas 115 Bakorkamla KKP Jalin Kerjasama Dengan Pustekbang LAPAN
26 Jan 2017
Guna meningkatkan pengamanan hasil sumber daya laut Indonesia dari praktek illegal fishing, maka Satuan Tugas 115 dibawah koordinasi Bakorkamla RI, melakukan kunjungan ke Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Rumpin, Bogor,…


Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL